Mungkin anda belum pernah mengenal daerah Karangpandan terkenal dengan Kebun Teh Kemuning? Karangpandan hanyalah sebuah nama kecamatan di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Banyak orang lebih mengenal Tawangmangu daripada kecamatan kecil ini yang tak kalah luar biasanya. Untuk menuju ke sana memerlukan waktu sekitar 1 jam dari kota Solo ke arah Karanganyar dan naik terus menuju arah Tawangmangu. Sebelum memasuki Tawangmangu nahhh di situlah letak Kecamatan Karangpandan yang menyimpan potensi wisata menakjubkan ini.Hawa sejuk telah mulai terasa jika kita telah memasuki Kec.Karangpandan. Hawa sejuk ini sudah pasti bersumber dari tiupan angin yang berhembus dari puncak Gunung Lawu (3265 m). Nah setelah kita melewati terminal Karangpandan, tidak jauh dari situ, mungkin sekitar 1 km lagi, kita akan menemukan jalan bercabang dua, yang ke kanan kita akan naik menuju Tawangmangu dan yang ke kiri kita akan masuk menuju ke pesona wisata yang Karangpandan miliki.
Candi Sukuh
Candi Sukuh dan Candi Cetho merupakan highlights dari objek wisata di Karangpandan. Candi Sukuh adalah sebuah candi unik berbentuk piramid dengan atap yang datar sehingga bisa kita naiki sampai puncaknya. Candi ini biasa disebut candi piramid, candi aztec suku maya atau ada yang menyebutnya sebagai candi erotis. Mengapa? Karena memang candi ini sangat mirip dengan candi - candi aztec yang dimiliki suku maya di latin amerika dan lebih uniknya lagi di pelataran candi ini terdapat banyak arca - arca erotis.
Sedangkan Candi Cetho merupakan satu - satu nya candi atau pura Hindu yang ada di kawasan Kab.Karanganyar. Untuk menuju ke Candi Cetho yang hanya sekitar 40 menit dari Candi Sukuh, kita harus benar - benar menyiapkan kondisi kendaraan kita dalam keadaan sehat dan terawat. Karena untuk mencapai kawasan candi ini, kita akan
Candi Cetho
melewati jalan berkelok - kelok panjang dan sangat terjal melewati panorama hamparan kebun teh kemuning yang sangat luar biasa indahnya. Saat menuju Candi Cetho, kita akan melihat betapa kita sudah sangat mendekati puncak Gunung Lawu dari sisi barat. Semakin kita merasa sudah makin mendekat dengan puncak Lawu, berarti tak lama lagi kita akan sampai ke candi eksotis ini. Saya yakin sesampainya di Candi Cetho, kita hanya bisa bersyukur akan kemuliaan dan keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Sungguh panorama alam yang sangat dahsyat yang tak bisa diungkapkan dengan kata - kata. Perkampungan di sekitar Candi Cetho ini juga merupakan perkampungan hindu yang menambah kesan unik kawasan ini. Oh ya waktu terbaik untuk berkunjung di Candi Cetho adalah sebelum jam 3 sore, mengapa? Karena kabut tebal sering datang sewaktu - waktu setelah melewati jam 3 sore, bahkan saya sendiri pernah mengalami kabut tebal pada jam 12 siang sehingga menganggu jarak pandang berkendara dan tentunya menutupi keelokan candi ini.
- Air Terjun Jumog
Di sekitar Candi Sukuh dan Candi Cetho juga banyak terdapat objek wisata menarik yang wajib dikunjungi, seperti Air Terjun Jumog dengan julukannya Surga yang tersembunyi karena air nya yang sangat jernih dan air terjun 40 meternya yang sangat indah. Lalu ada juga Perkebunan Teh Hijau Kemuning di mana kita bisa menikmati minum teh hijau di tengah - tengah kebun teh, juga kita bisa mencicipi seduhan teh lainnya di sebuah tea house ‘Ndoro Dongker’ yang ada di sana. Masih banyak lagi yang bisa dijelajahi di kawasan ini, tentunya dengan menyediakan waktu luang untuk berlibur bersama keluarga, saudara maupun teman. Selamat berlibur……
Info tiket:
Retribusi masuk daerah: Rp 5.000,- / mobil
Retribusi desa Cetho: Rp 5.000,- / mobil
Candi Sukuh, Candi Cetho, Air Terjun Jumog: @Rp 3.000,- / orang
Kebun Teh Kemuning: free
Setau saya, Kebun teh kemuning, air terjun jumog dan Candi cetho itu masuk wilayah Kecamatan Ngargoyoso, dan Candi Cetho masuk wilayah Kecamatan Jenawi, bukan karangpandan.
BalasHapus